Senin, 25 Oktober 2010

Puisi Cinta Matematika

g sngaja nmu puisi bgus ni mu share ma tmn" ea


Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar
Membelah rasa

Diagonal-diagonal ruang hatimu
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku

Jika aku adalah akar-akar persamaan
x1 dan x2
maka engkaulah persamaan dengan akar-akar
2x1 dan 2x2

Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodomain dari fungsi hatiku

Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?

kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu

modus ponen.... podue tollens....
entah dengan modus apa kusingkap
logika hatimu.....
Beribu-ribu matriks ordo 2x2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu


kujalani tiap barisan geometri yang tak hingga jumlahnya
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung...

Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada pukul 10.54 6/11



jngan tanya artina ea!! tnya pk guru za ;p

Sabtu, 23 Oktober 2010

Sahabat adalah SEJARAH

Tiada mutiara sebening cinta.. Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
...Sahabat bukan,,,,, MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
bukan juga EKONOMI yang mengharapkan materi
.. dan juga bukan PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi,,,,,,,, Sahabat adalah SEJARAH 
yang dapat dikenang sepanjang masa..

Jumat, 22 Oktober 2010

Selamat pagi sang juara!

Senandung tetes hujan, menjadi simponi rindu yang merdu pagi ini , rindu menanti sang mentari, dan hari ini aku pasti memelukmu lagi. Pagiku dan juga Pagimu,,,,hujan biarlah turun, bebatuan pun basah tersentuh olehnya, pagi ini pasti menjadi milikku ... Dan kubuktikan itu...disaat kau mengerti isyaratku, para rumput hijau kan tersenyum menyambut dan mendengar kabarmu ... Dengarlah simponi air langit, beri dan artikan isyarat, Pagiku bukan untuk termenung, pagiku bukan untuk bersedih, pagiku bukan untuk berandai-andai, tapi pagiku adalah juga Pagimu,  sebab Pagiku punya arti  ..Pagiku adalah... semangat sang juara

Kamis, 21 Oktober 2010

Amada León : Telinga untuk sahabat ; thanks eaq ^^

http://amadaleon.blogspot.com/2010/10/telinga-untuk-sahabat.html


Bukan matahari yang menyambutku pagi ini tapi curahan hati seorang sahabat, teman, skaligus pasangan jiwaku ^^ yang sedang gundah. Bukan saran yang dibutuhkan hanya telinga untuk mendengar karena yang dirasa bukan yang pertama dan jawaban dia sudah tahu seperti apa. Maka ambil telinga ini, bisikkan padanya apa yang mengganggu hatimu sepagi ini. Tak lama karena dia harus segera pergi dan aku mau mandi. Banyak yang di kepala, belum dikeluarkan. Banyak yang diangan belum dilakukan dan yang beberapa kali tertunda sudah lelah menanti janji. Maka pagi ini aku tahu apa yang harus segera kulakukan.
Keluar kamar mandi dan gelap, mati lampu. Semangat yang tadi menggebu ikut layu, teringat laptop yang tak bisa bertahan lama. Sebuah ujian untuk janji yang sempat diucapkan dalam hati bahwa menunda hanya alasan untuk sebuah kemalasan. Berpikir andai ada yang bisa membuat pisang sebagai sumber tenaga menggantikan listrik yang semakin sakti, sering mati. Keluhan karena sebal, seringnya mendengar dari kawan listrik mati dan jadilah sebuah alasan, pembenaran atas apa yang sebelumnya juga tak giat. Kali ini aku merasakan.
Tak ingin berlama-lama dengan kesal. Mendingan keluar mencari makanan, perut kosong juga tidak menjadikan lebih baik. Matahari yang bersahabat pagi ini, secerah senyum bapak dan ibu tetangga kosan sebelah. Sapaan yang lebih hangat dari segelas teh manis di pagi hari. Bocah kecil, calon laki-laki yang sedang bermain di atas sepeda ayahnya, mungkin, menawari roti yang sedang dimakannya. Jiwa suci yang mencium rasa dari sebuah senyuman menambah semangat bahwa apa yang dilakukan dengan hati akan mendapatkan hati.
Teringat masa ketika setiap pagi melewati sebuah gang sempit setelah turun dari angkot menuju kantor. Seorang bapak selalu menyambut pagiku dengan sapanya yang penuh senyuman, membuat aku yang belum sepenuhnya sadar dari tidur merasa dunia tak seburuk mimpi semalam. Belum lagi senyum bayi kecil yang sedang belajar bicara dan ibu yang sudah rapi, siap berangkat kerja. Anak-anak TK berjalan dengan kantuknya dalam gandengan sang bunda. Ibu guru yang berteriak memompa semangat murid-muridnya, menyanyikan lagu semangka dan melon, mengingatkanku pada cerita tentang ulat tak berkawan yang didongengkan guruku dulu.
Pagi ini mungkin tak jauh berbeda dari pagi-pagi yang kemarin menyapa tapi pagi ini aku sungguh bahagia. Setelah apa yang beberapa saat menyita pikiran dan tenaga kutemukan alasan kenapa aku masih ada di dunia. Tak ingin melewatkan senyuman yang dengan suka rela dilemparkan bahwa apa yang di depan mungkin menakutkan tapi ketakutan akan sangat tidak beralasan. Dan yang seperti ini harus sering kali diteguhkan karena hati kadang berubah tak beralasan. Jika sebuah senyuman bisa merubah dunia, kenapa tidak dilakukan? Tidak mahal, begitu mudah bahkan dan lihat betapa dunia akan ikut tersenyum bersamamu.

yanx ,,, senyum yach  !! @,@

Engkau sahabat dlm harapku

Kutuang rasa  ini dlm tulisan..
harapku engkau kan resapinya..
Kucoba sepenuh hati dan jiwa.. selama nadi ini masih berdenyut
Setiap denyutnya adalah rasa ku,, rasa sayangku
Engkau sahabat dlm harapku
Setiap waktu menjagaku selalu
Hari hari kan selalu indah bersamaku
bersama, merangkai Qolbu

jIwa yaNG kAU saKIti

kINi kAU Tlah BRUBah
bRUbah MNjauh DRiku
Q d'Sn is'lALu mNGgu kHdranU
TpIE SampAI saAT NIe kAU TAk pRNAH DTAng
dTaNG umTUk mnEPAti janjiMU
Q brTNya DLAm HATI??...
Mna JANJI'mu
yAng SEtia BRSAMAKU
mNJga CnTA kITa Untuk SLamNyA
sMBu CNTa kn MYala 
KMbali UNtuMu
tauKAH kamu,,
hATIe mRIndu karna sUnYI
TpiE CntA KU BwaT Kmu
taK kan PERNah mATI kn Ttp UtuH
KrnA CNta NIe aBDI dlam HDUPku
wLAPUn jWA niE TLAH lkau saKITI
LaGIe dAN lagie HTIKU TRluKA
KU ttP Tak bza M'MBNcIMu
hNya KARNA MNciNTAIMU
q HaNYa iNGin kAU Tau ,,
CNta iNi hnyA UNtuk mU
SELAMNYA

Q memng tak smprna

Ku memang tak seperti mentari Yang begitu terang dan menyinari Tapi ku punya lubuk hati Yang sanggup tuk mencintai

Ku memang tak seperti rembulan Menerangi malam dengan sinarnya Tapi ku punya perasaan Tuk bisa ungkapkan cinta

Ke memang tak seperti bintang Menghiasi gelapnya malam Ku memang tek sempurna Karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya

Tapi ku punya secercah harapan kan bisa berguna bagi semua insan Menerangi mereka dengan cinta Menghiasi alam dengan rasa